Sabtu, 22 Maret 2014

Bawa narkoba senilai Rp 1,3 miliar, warga Thailand ditangkap



Bawa narkoba senilai Rp 1,3 miliar, warga Thailand ditangkap
- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Jawa Timur I, Tipe Madya Pabean Juanda Surabaya, kembali menggagalkan dua penyelundup narkotika asal Malaysia melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Menurut Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda, Iwan Hermawan, pada Sabtu (15/3) kemarin, pihaknya tengah mencurigai seorang perempuan yang menumpangi pesawat Air Asia AK-1392. Pesawat itu dari Kuala Lumpur, Malaysia dan mendarat di Bandara Juanda pada pukul 09.00 WIB.

"Kemudian dari pemeriksaan x-ray dan identifikasi oleh anjing pelacak narkotika, diketemukan sebuah tas warna merah di bagasi penumpang pesawat Air Asia tersebut," kata Iwan di Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda, Senin (17/3).

Berdasarkan pengamatan dan pemeriksaan custom declaration (CD), seorang penumpang perempuan berinisial SD (31), warga negara Thailand itu lalu mengambil tas yang dicurigai petugas. "Dari pemeriksaan mendalam terhadap koper milik tersangka itu, ditemukan ransel hitam yang di dalamnya berisi kristal putih yang kami curigai sebagai methamphetamine atau sabu dengan total berat bruto 985 gram. Dan dari hasil uji laboratorium, barang senilai sekitar Rp 1.329.750.000 itu, positif methamphetamine," ujarnya.

Iwan mengatakan, sebelum penangkapan SD tersebut, pihaknya juga berhasil menggagalkan penyelundupan 220 gram sabu di Terminal 2 Bandara Juanda. Pelaku yang ditangkap berinisial ARM (35), asal Gresik. Dia tertangkap setelah turun dari pesawat Air Asia QZ-8294 dari Kuala Lumpur, Malaysia tujuan Surabaya.

"Selanjutnya, kedua tersangka akan diserahkan ke Pihak Direskoba Polda Jawa Timur guna pemeriksaan lebih lanjut," tandas Iwan.
[has]
Read More ->>

170 Eks pecandu dilatih agar bisa 'move on'



170 Eks pecandu dilatih agar bisa 'move on'
  Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur mengumpulkan 170 mantan pecandu narkoba di Surabaya hari ini. Mereka melakukan sosialisasi dan pendampingan bagi para eks-pecandu di Jawa Timur agar tidak kembali ke dunia hitam.

"Sebenarnya ini menjadi kegiatan rutin BNNP Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi masukan kepada para mantan pecandu yang sudah berusaha sembuh dan kondisinya membaik untuk bisa tetap menjaganya," terang Kepala BNNP Jawa Timur Iwan Ahmad Ibrahim di kantornya, Kamis (13/3).

Iwan mengatakan para pecandu itu diharapkan dapat diterima di dunia kerja, dengan memberi pelatihan dan keterampilan. "Tujuan agar mereka bisa bekerja, baik di perusahaan swasta maupun BUMN. Karena rata-rata mereka berasal dari golongan menengah ke bawah. Memang, sebagian dari mereka berasal dari keluarga berkelas, tapi dengan melakukan pendampingan ini, paling tidak kita bisa mencegah mereka kembali ke dunianya semula (golongan pecandu)," papar Iwan.

Selain itu, BNNP juga berharap para eks pecandu itu untuk kedepannya, bisa menjadi penyuluh bahaya narkoba. "Saat ini, kita masih mengumpulkan eks pecandu di tiga daerah saja, yaitu Gresik, Sidoarjo dan Surabaya. Kita berharap, nantinya semua pecandu yang berada di daerah-daerah di Jatim bisa kita kumpulkan untuk diberi pendampingan dan pelatihan," harap Iwan.

Iwan menambahkan agar lebih baik lagi di dalam kegiatan itu, ratusan eks pecandu narkoba, baik pecandu ganja, putau, pil koplo maupun sabu-sabu itu, diberi penyegaran dan kegiatan bermanfaat.

"Salah satunya pelatihan keterampilan itu. Kita juga menggandeng LSM atau lembaga pegiat narkoba yang aktif memberi penyuluhan dalam kegiatan ini," katanya lagi.

Salah satu eks pecandu, adalah Ayunda yang juga mantan model ini mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan yang digelar BNNP tersebut. Gadis yang tinggal di kawasan Wonorejo, Surabaya itu, juga mengaku, saat ini dia telah lepas dari jerat ketergantungan narkoba dan ingin tetap sembuh.

"Makanya saya ingin tetap mengikuti kegiatan ini," katanya santai.

Dia menjelaskan, saat terjerumus di dunia narkoba sekitar awal tahun 2004 silam, mulanya dia hanya coba-coba. Dan dari coba-coba itulah, akhirnya dia dihinggapi rasa ketergantungan terhadap barang 'setan' tersebut.

"Waktu itu saya pakai putau dengan sistem suntik. Tapi akhirnya saya jadi kecanduan. Untungnya setelah ikut rehabilitasi saya sekarang sudah sembuh," akunya bangga.

Sekitar tahun 2008, Ayunda berusaha lepas dari jerat narkoba dengan rutin mengikuti rehabilitasi. "Saya ikut penyembuhan dengan sistem Metadon," katanya.

Dalam proses rehabilitasi itu, Ayunda mendapat pendampingan dari Yayasan Orbit. "Di yayasan itu ada sekitar 150 pecandu yang ditangani. Semuanya merupakan pecandu jarum suntik,"
Read More ->>

NARKOBA DAN AKIBATNYA




Narkoba dan akibatnya

 
NARKOBA adalah singkatan narkotik, psikotropika, dan obat terlarang. Selain narkoba, istilah lain yang kita kenal adalah NAPZA, kependekan narkotik, psikotropika, dan zat adiktif. Semuanya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya.

Sebenarnya nih, psikotropika itu adalah obat yang digunakan dalam bidang kesehatan. Untuk membius pasien saat operasi atau sekedar untuk mengurangi rasa sakit. Tentunya dengan aturan yang benar. Tapi karena dipakainya nggak sesuai kebutuhan, jadinya buruk banget. Itu juga kenapa muncul istilah penyalahgunaan narkoba.

Psikotropika sendiri terbagi menjadi empat golongan:
Pertama, psikotropika yang tidak digunakan untuk tujuan pengobatan dengan potensi ketergantungan yang sangat kuat, contoh: LSD, MDMA, dan mascalin.

Kedua, psikotropika yang berkhasiat terapi tetapi dapat menimbulkan ketergantungan, seperti amfetamin.

Ketiga, psikotropika dari kelompok hipnotik sedatif, seperti barbiturat. Efek ketergantungannya sedang.

Keempat, psikotropika yang efek ketergantungannya ringan, seperti diazepam, nitrazepam.

Masing-masing golongan beda bahayanya. Tergantung dari jenis obat yang digunakan. Yang pasti, semua obat terlarang itu menyebabkan kecanduan dan gejala putus obat kalau pemakaiannya dihentikan. Akibatnya jadi ketergantungan dan mengganggu kita secara fisik maupun psikis!

Gejala putus obat (withdrawal syndrome) adalah gejala-gejala yang timbul akibat dihentikannya pemakaian obat terlarang tersebut. Dalam keadaan ini, fungsi normal tubuhnya menjadi terganggu, seperti berkeringat, nyeri seluruh tubuh, demam, mual sampai muntah.

Efek langsung
Dibawah ini efek langsung dari pemakaiannya :

Kokain
Kalau yang ini lebih "akrab" di kalangan seleb luar. Seperti juga heroin, kokain ini digunakan dalam dunia medis sebagai obat bius dalam pelaksanaan operasi. Tapi tidak tahu kenapa, banyak yang menyalahgunakannya. Ini gejala si pemakai ;
-denyut jantung cepat
-agitasi psikomotor/gelisah
-banyak bicara
-kejang
-pupil (manik mata) melebar
-tekanan darah meningkat
-berkeringat/rasa dingin
-mual/muntah
-mudah berkelahi
-psikosis (kelainan jiwa)
-perdarahan daerah otak
-penyumbatan pembuluh darah
-mata bergerak tak terkendali
-distonia (kekakuan otot leher)

Opiat (heroin dan morfin)
Sebenarnya heroin ini digunakan di dunia kedokteran untuk membantu menghilangkan rasa sakit. Tapi banyak juga orang yang menggunakannya tidak pada tempatnya. Akibatnya, jadi kecanduan dan bisa meninggal kalau pemakaian dihentikan. Berikut gejalanya ;
-acuh tak acuh (apatis)
-malas bergerak
-mengantuk
-rasa mual
-bicara cadel
-pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
-gangguan daya ingat

Ganja
Kalau yang ini sebenarnya merupakan tumbuhan, didaerah Sumatera, daun ini digunakan untuk bumbu masakan. Kalau pemakaiannya tidak berlebihan tidak masalah. Ini gejalanya ;
-santai dan lemah
-acuh tak acuh
-mata merah
-mulut kering
-pengendalian diri kurang
-sering menguap/ngantuk
-kurang konsentrasi
-depresi

Amfetamin (shabu dan ekstasi)
Jenis yang ini sering sekali ditemui di kasus-kasus yang menimpa seleb kita, dan merupakan jenis psikotropika yang paling populer. Ada juga yang sengaja makai zat ini untuk nurunin berat badan alias kepengen kurus! Gejalanya ;
-pupil mata melebar
-denyut nadi dan tekanan darah meningkat
-sukar tidur/insomnia
-hilang nafsu makan

Efek dari zat narkoba ini tidak hanya pada pecandunya saja, tetapi berdampak juga pada lingkungan sekitarnya, Trauma dan Paranoid, bila si pecandu itu dalam tahap penyembuhan, justru orang disekitarnya yang mulai stres. Paranoid takut si bekas pecandu kembali menjadi pecandu. Semua orang jadi target curiga, dari teman-teman, tetangga atau orang di sekitarnya.

Malu dan kecewa, bila anaknya berbuat sesuatu yang hebat, orang akan bilang, "Wah hebat ya si A!!" Tapi kalau anak itu berbuat sesuatu yang memalukan, orang akan bilang, "Gimana sih orang tuanya? Enggak bisa ngurus anak!" Kebayang tidak sakit hatinya orangtua yang susah payah membesarkan si pecandu hanya untuk ditarik ke dalam sumur bersama anaknya?

Rugi Materi, karena withdrawal syndrome itu seperti orang kesakitan, bisa saja si pecandu akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan obatnya. Nah, kalau uang jajan sudah habis biasanya barang-barang di rumah mulai hilang...

Read More ->>

Ciri-Ciri seseorang yang mengkonsumsi NARKOBA


Narkoba memang bukan barang asing lagi bagi sebagian besar orang :)yang sudah terjerumus dalam lingkup pergaulan bebas.Baik itu narkoba, minuman keras ataupun sejenis lain2nya sudah menjadi konsumsi wajib yang harus dipenuhi.Tak hanya orang dewasa bisa terjerumus ke dalam pergaulan bebas,remaja ABG dan anak-anak pun sangatlah rentan untuk terkena obat terlarang (narkoba) ini.Sebagian dari mereka hanya ikut-ikutan dan terkadang hanya bermotif supaya mempunyai banyak teman.Dan jika berteman dengan orang-orang yang mengkonsumsi narkoba mereka mengganggap bahwa komunitas mereka sudah hebat dan orang lain bakal segan.Itu adalah salah,narkoba bukan untuk kebanggan, tapi narkoba adalah penyakit yang harus diberantas.Lantas bagaimana sih ciri-ciri pada orang yang terkena narkoba?
a. Tanda-tanda fisik :
- Banyak menguap padahal tidak ngantuk
- Mata merah
- Kulit pucat
- Kelopak mata seperti berat
b. Tanda-tanda sikap :
- Murung, cemas, depresi
- Emosional, hipersensitif, reaksi berlebihan
- Mudah tersinggung oleh kritikan ringan
- Gampang marah tanpa sebab yang jelas
- Nilai, keyakinan dan ide berubah
- Tidak peduli terhadap perasaan orang lain
- Bermusuhan
- Tidak bisa dipercaya, mudah mengutarakan rahasia.
- Tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar pada orang tua dan anggota keluarga lainnya
- Pelupa, penurunan daya ingat, apatis
- Tanggapan lambat
- Tidak acuh terhadap kebersihan, kesehatan, pakaian
- Penampilan lusuh dan kumal
- Hilang rasa tanggung jawab
- Susah memusatkan perhatian
- Emosi naik turun
- Jika ditanya, sikapnya defensif dan penuh kebencian
- Agresif, yang ditandai sering berkelahi, tawuran, mabuk, terlibat kecelakaan mobil (menabrak orang maupun benda diam semacam pagar rumah orang lain)
c. Tanda-tanda perilaku :
- Komunikasi dan interaksi dengan orang lain termasuk anggota keluarga menurun
- Prestasi sekolah / akademis menurun
- Pola tidur berubah (larut malam, atau siang)
- Sering keluar malam sampai larut
- Sering mengurung diri di kamar dan tidak mengizinkan orang lain masuk ke kamarnya
- Sering masuk rumah dengan cara mengendap-endap dan berjalan sempoyongan
- Sering berlama-lama di kamar mandi
- Menghindar dari kontak dengan anggota keluarga
- Sering mendapat telpon (yang diputus bila diterima oleh orang lain)
- Sering didatangi oleh orang yang tak dikenal oleh anggota keluarga
- Sering berbohong
- Barang-barang berharga miliknya dan milik orang tua satu persatu hilang, sering mencuri uang atau barang di rumah, lalu menuduh pembantu atau siapa saja yang ada di rumah
- Sering menarik simpati orang dengan harapan bisa dipinjami uang
- Tidak peduli pada kebutuhan keluarga
- Manipulatif, tiba-tiba tampak manis jika ada maunya
- Penampilan kumal, malas mengurus diri
- Boros uang tanpa alasan yang jelas
- Malas bekerja, bila terpaksa bekerja, dilakukan asal saja
- Berkomunikasi dengan teman sekelompoknya menggunakan istilah asing, seperti cimeng, dan lainlain.
- Senang menyetel musik keras-keras tanpa mempedulikan orang lain
- Takut air
d. Tanda-tanda di kamar tidur yang bersangkutan :
- Ruang berbau bakar ganja, kemenyan, obat nyamuk
- Terdapat obat tetes mata, pencuci mulut, dan bedak
- Terdapat rokok ganja, dan alat penggulung rokok
- Terdapat biji-bijian, daun kering, tumbuhan atau jamur
- Terdapat lem, pengharum ruangan, atau inhalan lainnya
- Terdapat bungkusan kecil serbuk putih, kapsul, atau tablet
- Terdapat pipa kecil, filter saringan
- Terdapat sendok kecil, sedotan, mata silet, kaca cermin
- Terdapat botol, kaleng, kotak yang tidak lazim
- Majalah, buku, leaflet
- Botol plastik air mineral
- Sedotan minuman
- Botol-botol kecil
- Gulungan uang kertas, kartu telepon, sendok bekas dibakar
- Di rumah ditemukan obat-obat, kertas timah, bau-bauan, dll, yang tidak biasanya ada (terutama di kamar mandi dan kamar tidur si anak). Namun, kalau sampai ditemukan jarum suntik, ia akan menyangkal itu miliknya
e. Tanda-tanda di sekolah :
- Sering terlambat
- Sering bolos
- Sering tidak mengerjakan pekerjaan rumah
- Penampilan kumal
- Tidak ada perhatian terhadap pelajaran
- Partisipasi dalam pertemuan siswa menurun dan hilang
- Partisipasi dan kegiatan olah raga menurun, hilang
- Banyak menunjukan perilaku bermasalah
- Perubahan teman kelompok
- Sering meminjam uang pada teman
- Berteman dengan siswa yang menjadi Penyalahguna
- Sering terjadi kehilangan uang dan barang berharga di kelas
Read More ->>

Mau UN stres, dua siswa pilih happy hisap ganja



Mau UN stres, dua siswa pilih happy hisap ganja
Dua siswa kelas 3 SMA di Bandung, BY (17) dan BCL (17) harus berurusan dengan aparat berwajib. Keduanya ditangkap karena kedapatan memiliki lima linting ganja di indekosnya di kawasan Kiaracondong, Bandung.

Kasat Narkoba Polrestabes Bandung AKBP M Ngajib menerangkan, penangkapan keduanya berdasarkan laporan masyarakat yang kerap mendapati para remaja melakukan pesta miras dan narkoba.

"Kita lakukan penyelidikan akhirnya kita tangkap pelaku ini," kata Ngajib di Kantor Kasat Narkoba Polrestabes Bandung, Kamis (20/3).

Mengingat keduanya masih berstatus pelajar, proses hukumnya akan didampingi penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Bandung. "Penanganan kedua pelajar akan sesuai dengan UU perlindungan anak, apakah akan direhab atau seperti apa nanti ada satu prosesnya. Karena kami sebagai penyidik Polri bekerja berdasar UU penyidikan," katanya.

Sementara itu, BY mengaku ganja tersebut belum sempat dihisapnya. Dia mengatakan, baru sekali mencoba barang haram tersebut.

"Bener baru sekali ini. Iseng-iseng ajah. Dicoba juga belum. Denger-denger ajah katanya bikin happy," jelasnya.

Alasan lain kata dia, bahwa dengan mengisap ganja bisa menghilangkan stres. "Saya stres juga mau ujian," katanya.

Barang haram tersebut menurut dia, didapat dari orang yang baru dikenalnya berinisial N seharga Rp 50 ribu. "Saya baru kenal sama dia (N) dikenalin sama temen. Katanya murah. Saya penasaran saja pak. Saya nyesel banget. Kasian mamah," jelasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 127 ayat (1) huruf a tentang penyalahgunaan narkotika, dan UURI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
Read More ->>

Asyik pesta narkoba di Rusun Baladewa, 9 orang diciduk



Asyik pesta narkoba di Rusun Baladewa, 9 orang diciduk
Polres Jakarta Pusat menggerebek pesta narkoba di rumah susun Baladewa, Tanah Tinggi, Johar baru, Jakarta Pusat, Rabu (19/3) lalu. Sembilan orang diamankan dari lokasi penggerebekan itu.

Menurut Kasat Narkoba Polres Jakarta Pusat, AKBP JR Sitinjak, penangkapan terhadap para pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat kalau ada sekelompok orang yang mencurigakan gerak-geriknya pada malam hari. Kemudian, petugas langsung melakukan penyelidikan ke lokasi dan ternyata benar ada beberapa pemuda sedang pesta narkoba.

"Akhirnya, petugas menangkap delapan orang yang sedang pesta narkoba jenis putaw, serta seorang bandarnya. Saat itu mereka sedang asyik pesta narkoba," ujar Sitinjak, Jumat (21/3).

Sembilan orang yang diamankan yaitu PAH (23), BS (35), MO (51), HV (42), PA (18), SK (22), DD (25) dan seorang perempuan inisial YH (35). "Petugas juga menangkap bandarnya inisial RS (31) yang kerap menyuplai narkoba di sekitar Rusun," katanya.

Dalam penggerebekan itu, polisi juga menyita barang bukti berupa 50 gram putaw serta satu alat timbangan dari tangan sembilan pelaku tersebut. Delapan pelaku dijerat pasal 112 UU narkotika, sedangkan RS akan dijerat pasal 114 UU Narkoba dengan ancaman 20 tahun penjara.
Read More ->>

Sebulan menikah, pasutri jadi penyelundup 508 gram sabu



Sebulan menikah, pasutri jadi penyelundup 508 gram sabu
Dua tersangka narkotika yang berhasil ditangkap Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta selama kurun waktu 25 Februari-17 Maret 2014, di antaranya merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang baru sebulan menikah. Keduanya warga negara Indonesia (WNI) berinisal M, 41, dan SR, 38.

Mereka merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. M sudah bekerja selama 14 tahun sedangkan SR 8 tahun. Keduanya pun bertemu dan menikah di Negeri Jiran tersebut.

"Kenalnya sudah lama tapi baru satu bulan yang lalu menikah. Lalu M pulang duluan ke Indonesia" ujar Wakasat Narkoba Polres Bandara Soekarno Hatta AKP Subekti, Jumat (21/3).

Sedangkan awal mereka terjerat penyelundupan narkoba, ketika M yang baru kenal tiga bulan dengan temannya di Malaysia ditawari membawa sabu seberat 508 gram ke Indonesia.

Pelaku yang belum diketahui namanya ini menawarkan upah sebesar Rp 10 juta rupiah jika penyelundupan tersebut berhasil. "Akhirnya M menyuruh istrinya, SR membawa barang tersebut. Sabu tersebut disembunyikan di dalam gagang koper," ujar Subekti.

SR ke Jakarta dengan menumpangi pesawat Garuda Indonesia (GA-821) dari Kuala Lumpur. Pada Senin 17 Maret 2014, SR tiba di Terminal 2E Bandara Soekarno Hatta.

Petugas yang sudah mendapat informasi intelijen terkait narkotika tersebut langsung menahan SR dan memeriksa barang bawaannya. "Ternyata benar ada satu paket sabu di dalam kopernya yang senilai Rp 685 juta," papar Subekti.

Dari keterangan SR, kata Subekti, diketahui bahwa sabu tersebut akan dibawa ke pada suaminya di Surabaya.

Lalu petugas Bea Cukai bersama Polres Bandara Soekarno Hatta melakukan pengembangan ke alamat yang bersangkutan. "Akhirnya kita berhasil menangkap suaminya, M dan rekannya J," ujarnya.

Saat konferensi pers pengungkapan kasus tersebut di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, tersangka SR terus menangis. Dia pun sempat pingsan hingga akhirnya harus dibawa petugas ke ruang medis.
Read More ->>